At this moment I will not update my blog for a while, tak tau baper lama maybe seminggu, or sebln, or sampai bila-bila...im still not in a good mood and the situation seems like nuttin can do, sumtime its just nice to see but u cannot hold on it...dun ask me why coz i dun have the answer...aku cuma berdoa supaya keadaan nie akan pulih seperti sediakala...dan harap tuhan beri aku kekuatan utk tidak melakukan sumtin yg stupid dan membahayakan diri sendiri...Insyaallah...
Note: I had a sweetdream last nite...sesuatu yg aku impikan selama nie...
1 comment:
5. Pilah-pilih Amal Ketaatan
Iaitu memilih amalan-amalan ketaatan yang sesuai dengan dorongan hawa nafsunya saja. Dalam sebuah hadits Rasulullah s.a.w. bersabda: "Orang yang bijaksana adalah yang membetulkan dirinya dan segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Oleh sebab itu pula, sebahagian orang hanya mengikuti kebenaran yang sejalan dengan hawa nafsunya. Kalau tidak sejalan, maka ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat bersandar. Sebahagian ulama salaf ada yang berkata: "Hawa nafsu dapat menjadi ilah yang disembah-sembah. Kemudian ia membaca ayat:
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya.” (Al-Jatsiyah: 23)
6. Menelantarkan Urusan Keluarga
Tidak memperhatikan pertumbuhan keluarga dan anak-anak sampai kepada kondisi yang diharapkan. Seringkali kita temui orang-orang yang sibuk dengan kerjayanya, sementara keluarga dan anak-anaknya tenggelam dalam perbuatan dosa. Namun meskipun demikian, hatinya tidak tergerak untuk mengubahnya. Dengan dingin ia berkata: "Ah sudahlah! Yang penting tidak mengganggu kerjayaku." Kadangkala ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kemungkaran itu, tetapi ia diam seribu bahasa. Begitulah akibatnya jika sudah terlalu banyak berbuat dosa, kesedaran pun sulit tergugah.
7. Tidak Teguh Dalam Menghadapi Problematika Kehidupan, Cubaan dan Musibah
Gemerlap kehidupan dunia kerapkali menyesatkan banyak manusia. Sedikit demi sedikit ia terseret ke dalam perbuatan haram. Tidak syak lagi, gemerlap dunia itu sangat kuat pengaruhnya dalam menurunkan nilai ketaatan seseorang, atau bahkan dapat menghilangkan nilai ketaatan itu dalam dirinya.
Tidakkah engkau lihat, seseorang yang keluar dari rumahnya demi mencari sesuap nasi, berbagai usaha pun dicubanya. Namun akhirnya ia terjerumus dalam praktek riba, hingga jadilah ia orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.
Contoh lainnya, seorang yang bergelimang berbagai kes penipuan dalam usahanya. Dan masih banyak lagi perkara lain yang merupakan bentuk-bentuk melemahnya nilai ketaatan.
8. Mengabaikan Hak-hak Persaudaraan
Sudah barang tentu, disana ada beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim kepada saudara-nya seiman. Hal itu sudah disebutkan s.a.w. dalam hadits-hadits beliau. Terkadang seseorang mengabaikan hak-hak tersebut, seakan-akan hak-hak persaudaran itu semata-mata ada jika menguntungkannya saja. Sering kita temui sebahagian orang yang melihat saudaranya melakukan perbuatan maksiat dan dosa, namun ia bersikap acuh tak acuh saja. Atau ada seorang saudaranya seiman yang meminta nasihat dan pengarahan darinya, atau meminta bantuannya untuk menghilangkan kesulitan, atau kepentingan-kepentingan lainnya, namun ia tidak merespon hal itu sedikitpun, apalagi membantu melepaskan saudaranya itu dari kesulitan! Tentu saja sikap semacam ini dapat mencederai nilai ketaatan.
Realita di atas sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat kita jadikan barometer dalam mengukur nilai ketaatan yang ada di dalam diri. Semakin banyak hak persaudaraan yang kita abaikan, semakin lemah pula nilai ketaatan kita.
Post a Comment